Beranda > Opini > RUMAH SAKIT NEGERI INI SALAH ASUH

RUMAH SAKIT NEGERI INI SALAH ASUH

Peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit di Negeri ini menjadi hal yang sangat mendesak untuk menjadi perhatian pemerintahan baru selanjutnya. Hal tersebut tidak hanya dikarenakan pelayanan rumah sakit merupakan pelayanan yang menyangkut nyawa tetapi juga hal ini disebabkan karena sebentar lagi kita akan memasuki era yang disebut sebagai era Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015. Dalam era tersebut maka tidak akan ada lagi batasan bagi setiap tenaga kesehatan, klinik maupun rumah sakit di Negara-negara ASEAN untuk masuk dan membuka pelayanan secara langsung di negeri ini. Hal tersebut tentu saja akan berdampak pada persaingan perumahsakitan di Indonesia khusunya bagi Rumah Sakit Pemerintah yang selama ini masih sering kita dengar keluhan dari masyarakat tentang rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan.

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah siapkan Rumah Sakit di Negeri untuk menghadapi persaingan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015?

Data menunjukkan bahwa rata-rata sebanyak 600.000 masyarakat Indonesia berobat keluarga negeri setiap tahunnya, jika rata-rata biaya yang dihabiskan seorang pasien untuk berobat sebesar Rp.10Juta maka bangsa ini telah kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp.6 Trilyun pertahunnya. Fenomena banyaknya masyarakat yang berobat keluar negeri tersebut menunjukkan masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kita khususnya masyarakat kelas ekonomi atas akan kualitas pelayanan Rumah Sakit di Negeri ini. Bayangkan jika pada tahun 2015 yang tinggal hitungan bulan ini kita tidak segera berbenah maka Rumah Sakit Pemerintah akan menjadi penonton di Negeri sendiri.

Rumah Sakit Pemerintah saat ini terkesan memiliki pelayanan yang lambat dengan bangunan yang kumuh, Pelayanan yang kurang ramah serta obat-obatan yang selalu tidak tersedia, bandingkan dengan Pelayanan Rumah Sakit Swasta yang memiliki pelayanan yang lebih baik. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawaban sederhananya adalah karena banyak Rumah Sakit Pemerintah masih banyak dikelola secara tradisional dan sangat birokratis. Contoh sederhana, ketika sebuah RS Swasta membutuhkan pengadaan peralatan medis untuk meningkatkan kualitas pelayanannya maka proses pengadaannya akan sangat cepat dibanding dengan RS Pemerintah yang sangat lambat akibat terbentur aturan-aturan birokrasi yang mengikatnya, bayangkan jika yang dibutuhkan itu adalah obat emergency yang menyangkut nyawa dan harus dibutuhkan secara cepat, apakah pasien bisa disuruh untuk jangan sakit dulu khususnya diawal tahun karena pengadaan obatnya masih dalam proses menunggu anggaran cair.

Reformasi perumahsakitan sebenarnya telah kita mulai sejak tahun 2009 ditandai dengan terbitnya Undang-Undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Pada Pasal 7 ayat 3 disebutkan dengan Jelas bahwa Rumah Sakit yang di didirikan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Badan Layanan Umum adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Dengan RS yang dikelola secara BLU diharapkan RS Pemerintah maupun Pemerintah Daerah dapat dikelola dengan lebih berkualitas dengan pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel.

Dengan status Rumah Sakit BLU/BLUD bukan berarti pemerintah lepas tangan terhadap pengelolaan RS tersebut, selama ini banyak terdapat kesalahan persepsi oleh Pemerintah Daerah bahwa jika RS tersebut telah berstatus BLUD maka RS harus mandiri dan tidak mendapatkan lagi bantuan dari pemerintah. Hal tersebut sepenuhnya salah disebabkan pemerintah tidak boleh sepenuhnya lepas tangan terhadap tanggungjawabnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan efesien terhadap masyarakat. Perubahan status tersebut hanya merubah pola pengelolaan keuangan sebuah RS dimana RS yang sudah BLU/BLUD bebas memakai uang pendapatan untuk memajukan pelayanan di rumah sakit tanpa perlu lagi menyetor pendapatannya ke pemerintah, kata kunci disini adalah “digunakan untuk memajukan pelayanan” bukan persepsi yang selama ini muncul yakni RS menjadi profit oriented dimana pendapatan digunakan untuk “bagi-bagi hasil”.

Rumah Sakit BLU/BLUD  juga tak boleh membatasi layanan terhadap masyarakat, khususnya pasien miskin. Diharapkan dengan bentuk pengelolaan seperti ini rumah sakit pemerintah dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanannya serta dapat bersaing dengan rumah sakit swasta maupun rumah sakit international lainnya dimasa datang.

Namun kenyataannya sampai saat ini masih banyak rumah sakit di negeri ini yang belum berbentuk BLU maupun BLUD. Rumah Sakit Pemerintah masih banyak yang salah asuh, hal ini terlihat dari keengganan beberapa Pihak Pemerintah maupun Pemerintah Daerah untuk sepenuhnya mematuhi Undang-undang Rumah Sakit dengan memberikan keleluasaan terhadap RS dalam pengelolaannya melalui pemberian status BLU/BLUD. Rumah Sakit Pemerintah daerah masih banyak dikelola seperti Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) lain dan menjadi lebih parah saat ini adalah seringnya RS menjadi alat politik di daerah-dearah.

Pertanyaannya adalah apakah keengganan beberapa pemerintah daerah dalam memberikan status BLUD terhadap Rumah Sakit di daerahnya diakibatkan karena takutnya mereka kehilangan pendapatan asli daerah yang bersumber dari orang-orang susah, sakit dan tidak mampu.

Permasalahan selanjutnya adalah fenomena ini tidak hanya terjadi di pemerintahan daerah saja tapi sampai ke tingkat pusat, dimana masih banyak rumah sakit pemerintah yang berada dibawah kementerian lain di luar kesehatan masih belum berstatus Badan Layanan Umum. Apakah ini bisa dianggap pemerintah kita lalai terhadap kewajibannya untuk melaksanakan perintah Undang-Undang No.44 Tahun 2009 tentang RS? Wallahu A’lam

Kategori:Opini
  1. September 11, 2014 pukul 8:45 am

    belum lagi dengan adanya BPJS, makin amburadul🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: