Beranda > Opini > Tantangan Bidang Promosi Kesehatan Dewasa Ini

Tantangan Bidang Promosi Kesehatan Dewasa Ini

Promosi Kesehatan saat ini berkembang menjadi sebuah ilmu tersendiri dalam kesehatan masyarakat. Pemahaman awal penulis tentang Promosi kesehatan sangat sempit, promosi kesehatan selama ini selalu disamakan dengan pendidikan kesehatan, bagaimana melakukan penyuluhan-penyluhan terhadap masyarakat agar mengetahui dan berprilaku sehat, padahal pendidikan kesehatan hanya sebuah bagian kecil dari promosi kesehatan. Keduanya memang memiliki sasaran yang sama yaitu perubahan perilaku untuk peningkatan derajat kesehatan, namun sebenarnya pendidikan kesehatan hanya bertujuan untuk merubah perilaku individu atau kelompok, sedangkan promosi kesehatan bertujuan untuk melakukan perubahan lingkungan dan perilaku dengan berbagai kombinasi strategi agar individu/masyarakat dapat meningkatkan kendali dan memperbaiki status kesehatan mereka. Jadi dapat dikatakan promosi kesehatan bersifat lebih makro dan lebih menyentuh pada sisi advokasi pada level pembuat kebijakan dimana promosi kesehatan berusaha melakukan perubahan pada lingkungan dengan harapan terjadinya perubahan perilaku yang lebih baik. Promosi kesehatan telah masuk kedalam wilayah politik dengan melalui kegiatan advokasi.

Advokasi terhadap kesehatan merupakan sebuah upaya yang dilakukan orang-orang dibidang kesehatan utamanya promosi kesehatan sebagai bentuk pengawalan terhadap kesehatan. Advokasi ini lebih menyentuh pada level pembuat kebijakan, bagaimana kita sebagai orang yang bergerak dibidang kesehatan bisa lebih mempengaruhi para pembuat kebijakan untuk lebih tahu dan memperhatikan kesehatan. Advokasi ini dapat dilakukan dengan mempengaruhi para pembuat kebijakan untuk membuat peraturan-peraturan yang bisa berpihak pada kesehatan dan peraturan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sehat dapat terwujud dimasyarakat.Disamping advokasi kesehatan, salah satu startegi dari promosi kesehatan adalah pemberdayaan masyarakat di dalam kegiatan-kegiatan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan lebih kepada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan. Partisipasi masyarakat adalah kegiatan pelibatan masyarakat dalam suatu program. Diharapkan dengan tingginya partisipasi dari masyarakat maka suatu program kesehatan dapat lebih tepat sasaran dan memiliki daya ungkit yang lebih besar bagi perubahan perilaku karena dapat menimbulkan suatu nilai di dalam masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan kesehatan tersebut itu dari kita dan untuk kita.Ada empat prinsip kegiatan kesehatan masyarakat :1. Sentralitas keputusan berada ditangan masyarakat 2. Peran provider hanya sebagai fasilitator3. Kegiatan utama ditujukan untuk mengatasi kerugian, tekanan dan diskriminasi yang dihadapi masyarakat4. Kegiatan tidak terbatas pada aspek kesehatan tetapi berkenaan dengan suatu keadaan sehatPromosi bisa berjalan dengan efektif bila didukung bidang kajian sebagai berikut:

  1. Program Pendidikan Kesehatan

Bidang kajian ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang kesehatan dengan harapan ada perubahan perilku.

  1. Peraturan/Perundangan

Peraturan/perundangan adalah perangkat hukum atas suatu program promosi sehingga masyarakat lebih sungguh-sungguh dalam menjalankannya. Misalnya peraturan pembuangan sampah.

  1. Tindakan Kesehatan Lingkungan

Kesehatan lingkungan mendukung dan menjalankan tugas penyehatan lingkungan dan pengawasan sanitasi dasar pada masyarakat.

  1. Kebijakan Publik yang sehat

Kebijakan pemerintah yang mendukung program kesehatan masyarakat bukan hanya kebijakan kesehatan yang bersifat kuratif (Privat).

  1. Pengorganisasian

Organisasi sosial harus diberi ruang untuk melihat dan mengintervensi kesehatan masyarakat secara kelembagaan karena organisasi ini juga mempunyai jaringan yang strategi untuk perbaikan kesehatan masyarakat.

  1. Pengorganisasian Masyarakat

Organisasi kemasyarakat dilibatkan pada setiap kegiatan promosi kesehatan, dengan menyakinkan pada anggotanya atau pengurusnya bahwa tanggung jawab kesehatan adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga dan meningkatkan.

  1. Pelayanan Preventif

Preventif adalah salah satu upaya kesehatan yang dilakukan sebelum adanya suatu kejadian penyakit baik pencegahan pada individu maupun kelompok jika tingkat pencegahan di masyarakat itu tinggi maka sangat kurang terjadinya kejadian luar biasa yang selalu terjadi tiap tahun pada masyarakat. Ketidakmengertian penulis yaitu mengenai Sehat itu katanya adalah hak asasi, tetapi pada kenyataanya tidak demikian. Masih banyak masyarakat kita yang tidak dapat menikmati hak asasi mereka ini, terutama mereka yang secara ekonomi lemah. Seharusnya hal itu merupakan tugas dan kewajiban pemerintah untuk melindungi seluruh lapisan masyarakatnya untuk mendapatkan hak mereka untuk sehat. Banyak kebijakan-kebijakan pemerintah justru merampas ataupun tidak mengindahkan hak masyarakat untuk sehat. Sebagai contoh saat ini semakin sulit saja aksesibilitas para penduduk miskin negeri ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dari sisi kebijakan, banyak kebijakan pemerintah yang sebenaranya tidak tepat sasaaran. Alokasi penganggaran kesehatan masih sangat kecil, padahal menurut undang-undang telah disepakati bahwa alokasi dana untuk kesehatan itu sebesar 5% dari anggaran pemerintah. Pada tahun 2000 pernah diadakan pertemuan antara Departamen Kesehatan dan seluruh Bupati dan walikota di seluruh daerah di Indonesia dan pada pertemuan tersebut dihasilkan sebuah “janji” bahwa daerah akan mengalokasikan sebesar 15% dari APBD mereka untuk kesehatan. Tetapi kenyataan sampai saat ini tidak demikian. Lalu muncul pertanyaan, sampai sejauh mana kesepakatan politik itu terlaksana?? Siapa yang salah?? Pemda ataukah orang-orang kesehatan sendiri yang kurang bisa mengadvokasi kesehatan itu sendiri.

Irwandy Mahasiswa Magister Administrasi RS FKM UNHAS Sebuah Catatan Kecil dari Mata Kuliah Promosi Kesehatan

Kategori:Opini Tag:
  1. Juni 28, 2008 pukul 1:25 pm

    Salam Kenal,
    Saya sungguh tertarik dengan coretan anda tentang Promokes, bisakah ulasannya lebih mendalam lagi tentang promokes terutama dalam melibatkan organisasi atau lembaga sosial yang ada di masyarakat seperti LSM yang peduli dalam bidang kesehatan untuk dapat diberdayakan dalam menunjang program kesehatan jadi tidak semata advokasi pada pengambil keputusan atau pun masyarakat tapi lebih memberdayakan lembaga sosial kemasyarakatan dalam penggerakan / memotivasi masyarakat untuk ikut langsung dalam bidang kesehatan. terima kasih.salam………….

  2. susanna Laorensia
    September 10, 2008 pukul 3:29 am

    saya tertarik dengan tulisan anda tentang promkes. saya bekerja di bagian promkes di balai besar kesehatan paru masyarakat di bandung. Bersedia memberi info buku-buku/tulisan/kegiatan menarik tentang promkes? saya ingin mengembangkan kegiatan promkes di tempat saya.

  3. susanna Laorensia
    September 10, 2008 pukul 3:32 am

    oh ya, tambahan buat pak irwandy.. saya berniat melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan promisi kesehatan yang telah kami lakukan. saya senang sekalai bila pak irwandy bersedia memberi masukan tentang evaluasi promosi kesehatan. saya sedang menyusun instrumen evaluasi promkes. terima kasih sebelumnya ya..

  4. November 13, 2008 pukul 2:36 am

    Tantangan Promkes menjelang tahun 2010 ini adalah, sudahkah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia? Sudahkah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai? Masih adakah “warga miskin dilarang sakit”? Masihkah pembangunan di semua sektor menjaga lingkungan dan berwawasan kesehatan?
    Akhirnya kita yang berporfesi sebagai promkes musti “merasa bertangggung jawab” apabila Health For All by the year 2000, yang mundur menjadi sehat untuk semua pada tahun 2010 “terpaksa” mundur lagi karena belum tercapainya PHBS ?? Wallahualam biss wab

  5. Desember 23, 2008 pukul 9:13 am

    saya tertarik dengan tulisan anda, sungguh niat yang baik dan sungguh tulus bila mampu mengubah perilaku masyarakat untuk menunjang kesehatannya.., saya petugas promosi kesehatan yang ada di Puskesmas Kab. Pinrang Sulawesi Selatan.. Mohon juga masukannya

  6. arini
    Februari 13, 2009 pukul 12:40 pm

    Saya petugas Promkes Puskesmas di Kab. Kudus Jateng. Sebagai tenaga baru (br 2 th), saya berpendapat profesi Promkes sebenarnya sangat penting untuk memberdayakan masyarakat agar sadar akan kesehatannya dan dapat merubah perilakunya serta membantu program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Hanya saja sampai saat ini masih sedikit sekali pelatihan2 atau seminar tentang bgmn meng-upgrade kemampuan petugas Promkes agar semakin “berdaya” dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Selama ini petugas Promkes msh disibukkan dgn kegiatan2 yang bersifat proyek dan menyelesaikan spj. Bgmn Indonesia Sehat 2010 bs tercapai kalo kita msh seperti itu saja ?

  7. yulia roza
    Juni 29, 2009 pukul 5:46 am

    Saya dalam pendidikan magister kesehatan masyarakat. Saya tertarik untuk megambil topik tentang promosi dan preventif kesehatan, khususnya kesehatan mata.Apakah bapak bersedia memberi masukan tentang topik yang saya ambil dan buku2 apa yang dapat saya gunakan utk menyusun tesis tsb.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: